Sabtu, 30 April 2011

Kualitas yang paling penting

Bacaan Hari ini :
1 Samuel 16 : 6-7 "Ketika mereka itu masuk dan Samuel melihat Eliab, lalu pikirnya: 'Sungguh, di hadapan TUHAN sekarang berdiri yang diurapi-Nya.' Tetapi berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: 'Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati.'"

Dalam 1 Samuel 16:6-7, ketika Samuel datang ke rumah Isai untuk mengurapi raja Israel berikutnya, kita melihat kriteria yang digunakan Tuhan dalam memilih orang-orang untuk dipakai dalam pekerjaan-Nya.

Ini adalah kisah menarik dengan pelajaran yang sangat kuat yang perlu Anda mengerti.
Tepat setelah ayat-ayat ini, Isai memanggil satu persatu anak-anaknya yang lain untuk dibawa ke hadapan Samuel... kecuali Daud. Isai tahu mengapa Samuel ada di sana, tetapi dia bahkan tidak repot-repot untuk memanggil Daud.

Ayah Daud sendiri justru mengabaikan dia. Ayahnya sendiri tidak melihat Daud memiliki cukup potensi dalam dirinya untuk dibawa menghadap Samuel.Tapi Daud diurapi menjadi Raja hari itu. Tidak didasarkan pada apa yang Isai pikir sebagai hal penting, namun pada apa yang Tuhan pikir sebagai hal penting... hati Daud.

Mungkin ayahmu sendiri telah mengabaikan Anda. Mungkin orang tua Anda mengatakan bahwa Anda tidak akan pernah berarti apa-apa. Mungkin guru Anda berkata, "Lihat, kamu tidak akan banyak berarti. Lebih baik puaskan dirimu dengan pekerjaan berupah minimum..."

Hanya Allah yang dapat melihat hal-hal dalam hati Anda, yang orang tua Anda tidak bisa melihat, yang guru Anda tidak lihat, yang keluarga Anda tidak lihat, yang orang-orang di sekitar Anda tidak lihat.

Ini tidak berarti bahwa Tuhan tidak menganggap penting kemampuan atau bakat atau training.
Semua hal-hal itu penting. Tetapi yang pertama Tuhan lihat adalah kualitas yang paling penting dan itu adalah hati.

Jangan biarkan orang lain menulis sejarah hidup Anda sebelum hal itu terjadi.
Orang lain mungkin tidak dapat melihat, tapi Tuhan melihat.
Kualitas paling penting yang dilihat oleh Tuhan adalah hati Anda.



(Diterjemahkan dari Answers for Each Day by Bayless Conley)

Jumat, 29 April 2011

SUKSES TETAPI KASIHAN




Bacaan : Markus 10:17-30

Nats: ... ia menjadi kecewa, lalu pergi dengan sedih, sebab banyak hartanya (Markus 10:22)

Sungguh pemuda sukses yang hebat! Ia masih belia, tetapi sudah menjadi pemimpin dan kaya raya (bandingkan Matius 19:20-22 dengan Lukas 18:18). Tak hanya kaya materi, tetapi juga secara "rohani". Sejak muda ia dididik mendalami Hukum Taurat dan menjalankannya (ayat 20). Ia dikagumi di lingkungan komunitas Yahudi saat itu. Ia juga dipandang berbakti kepada orangtua, sebab ia menghormati ayah-ibunya sejak belia dan tetap menghormatinya meski sudah sukses. Siapa tak bangga punya anak seperti ini?

Dengan kerinduan dan semangat, ia berlutut di hadapan Yesus rabi muda yang menyedot massa karena kharisma dan kuasa-Nya dalam berkhotbah dan mengadakan tanda ilahi. Ia mohon petunjuk Yesus; apa lagi yang perlu diperbuat agar layak masuk ke Kerajaan Allah. Dalam berelasi dengan sesama, ia patut diacungi jempol. Dalam berbuat baik, ia hebat. Namun, ada satu yang kurang, dan hanya Yesus yang tahu: bahwa kekayaan materi, martabat sosial, dan "kekayaan rohani" yang ia punya menjadi ilah yang diandalkan sebagai "tiket" ke surga menggantikan Allah. Maka, ia diminta menjual semua, membagikannya ke orang miskin, dan mengikut Yesus, sebagai bukti bahwa ia diselamatkan hanya oleh belas kasihan Allah. Betulkah ia merasa perlu petunjuk Yesus? Tidak! Sebab ia kecewa dan mengabaikan tawaran sejati untuk memasuki Kerajaan Allah. Alasan utamanya karena "banyak hartanya" (ayat 22).

Pemuda "sehebat" ini ternyata tak layak masuk Kerajaan Allah. Bagaimana dengan Anda? Beranikah Anda meletakkan seluruh kebanggaan Anda sebagai manusia, lalu datang kepada Allah sebagai orang yang miskin dan haus akan kebenaran? --SST

SEGALA KEHEBATAN MANUSIA TAK MEMBAWA KE SURGA
SUNGGUH HANYA KEMURAHAN YESUS YANG MEMBAWA KITA KE SANA
_____________________________________
Markus 10:17-30
17  Pada waktu Yesus berangkat untuk meneruskan perjalanan-Nya,  datanglah seorang berlari-lari mendapatkan Dia dan sambil  bertelut di hadapan-Nya ia bertanya: "Guru yang baik, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?"
18  Jawab Yesus: "Mengapa kaukatakan Aku baik? Tak seorangpun yang  baik selain dari pada Allah saja.
19  Engkau tentu mengetahui segala perintah Allah: Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, jangan mengurangi hak orang, hormatilah ayahmu dan ibumu!"
20  Lalu kata orang itu kepada-Nya: "Guru, semuanya itu telah  kuturuti sejak masa mudaku."
21  Tetapi Yesus memandang dia dan menaruh kasih kepadanya, lalu  berkata kepadanya: "Hanya satu lagi kekuranganmu: pergilah, juallah apa yang kaumiliki dan berikanlah itu kepada orang-orang  miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku."
22  Mendengar perkataan itu ia menjadi kecewa, lalu pergi dengan  sedih, sebab banyak hartanya.
23  Lalu Yesus memandang murid-murid-Nya di sekeliling-Nya dan  berkata kepada mereka: "Alangkah sukarnya orang yang beruang masuk ke dalam Kerajaan Allah."
24  Murid-murid-Nya tercengang mendengar perkataan-Nya itu. Tetapi  Yesus menyambung lagi: "Anak-anak-Ku, alangkah sukarnya masuk ke dalam Kerajaan Allah.
25  Lebih mudah seekor unta melewati lobang jarum dari pada seorang  kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah."
26  Mereka makin gempar dan berkata seorang kepada yang lain: "Jika  demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?"
27  Yesus memandang mereka dan berkata: "Bagi manusia hal itu tidak  mungkin, tetapi bukan demikian bagi Allah. Sebab segala sesuatu  adalah mungkin bagi Allah."
28  Berkatalah Petrus kepada Yesus: "Kami ini telah meninggalkan  segala sesuatu dan mengikut Engkau!"
29  Jawab Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang  yang karena Aku dan karena Injil meninggalkan rumahnya,   saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, ibunya atau bapanya, anak-anaknya atau ladangnya,
30  orang itu sekarang pada masa ini juga akan menerima kembali  seratus kali lipat: rumah, saudara laki-laki, saudara perempuan, ibu, anak dan ladang, sekalipun disertai berbagai penganiayaan,  dan pada zaman yang akan datang ia akan menerima hidup yang kekal.

From: SKK Bidang Doa & Pendalaman Iman 

Kamis, 28 April 2011

Taat dan Temukan Jalan Keluar

Bacaan Hari ini :
Yohanes 5:8 "Kata Yesus kepadanya: 'Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah.'"


Kata-kata Yesus diatas diucapkan kepada orang yang telah sakit selama 38 tahun!
Selama ini tempat tidurnya telah membawanya kemanapun dia pergi, sekarang Yesus menyuruhnya untuk mengangkut tempat tidurnya!

Ada dua cara jika Anda ingin terlepas dari segala persoalan Anda.
Pertama, Anda harus benar-benar punya keinginan untuk bebas dan yang kedua, kita harus berhenti menyalahkan orang lain atas masalah yang kita hadapi.

Cara terakhir dapat Anda temukan dalam ayat di atas yaitu dengan mentaati apa yang Tuhan katakan pada Anda, baik hal itu masuk akal ataupun tidak!

Untuk seorang pria yang telah berbaring di tempat tidurnya selama 38 tahun, bangkit dan harus mengangkut tempat tidurnya sendiri itu sepertinya mustahil!
Tapi saat ia mulai untuk taat, hidup baru dan kekuatan mulai mengalir ke tubuhnya yang sebelumnya lumpuh.

Dengarkan perintah Tuhan di dalam hati Anda.
Tidak ada iman tanpa tindakan nyata.
Allah akan melakukan sesuatu untuk menguji Anda dalam mengekspresikan iman Anda dalam suatu tindakan nyata.

Apakah perintah-Nya masuk akal bagi Anda atau mungkin tidak.
Tapi mengutip kata Maria, ibu Yesus, "Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu!" (Yohanes 2:5)

Banyak orang masih terjebak dalam masalah mereka.
Bukan karena Tuhan tidak berfirman kepada mereka, tetapi karena Tuhan telah berfirman dan mereka tidak mendengarkan.
__________________________________________

Bacaan Alkitab Setahun :
1 Raja-raja 3-5; Lukas 20:1-26
__________________________________________

Jika masih ada ketidaktaatan dalam hidup Anda, bergegaslah dan lakukan apa yang telah Tuhan katakan pada Anda. Ini adalah satu-satunya cara untuk menemukan jalan keluar.
 
(Diterjemahkan dari Answers for Each Day by Bayless Conley)

Rabu, 27 April 2011

Tentang Menghakimi

Matius 7:1
“Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi”


Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 117; 1 Korintus 5; Rut 1-2

Seorang pria muda yang sudah menikah mulai kembali kepada kebiasaan lamanya yaitu suka dengan hal-hal yang berbau pornografi, ia pun pergi ke sebuah tempat dimana hal-hal seperti itu dapat ia temukan. Ketika orangtuanya mengetahui hal ini, mereka menegurnya dengan lembut dan bijak.

Mendapat nasihat dari ayah dan ibunya, sang anak bukannya menerima tetapi malah marah-marah kepada mereka. Ia menilai orangtuanya suka menghakimi. Dengan hati yang remuk mereka hanya bisa diam. Mereka menangis karena buah hati mereka tidak mendengarkan apa yang mereka katakan. Dan benar, tidak dalam hitungan satu tahun, hidup putranya akhirnya hancur – ia dan sang istri bercerai, lalu dirinya terkena PHK, usaha yang dibangun selama ini pun harus gulung tikar karena selalu mengalami kerugian.

Banyak orang pada masa sekarang akan mengatakan bahwa orangtua, kakak, pembimbing rohani, bahkan gembala sidang tidak berhak untuk menegur bahwa mereka salah. Mereka bahkan dengan berani mengutip kata-kata Yesus, “Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi” (Matius 7:1).

Namun, Alkitab dengan jelas menyatakan bahwa setiap kita bertanggung jawab dengan rendah hati menegur sesama orang percaya ketika kita melihatnya berbuat dosa (Galatia 6:1,2). Jadi, Orangtua, kakak, pembimbing rohani, gembala sidang sebenarnya sedang melakukan tanggung jawabnya ketika menasihati kita.

Tuhan Yesus tidak mengatakan kita tidak boleh menentang dosa. Dia mengatakan kita harus hati-hati dalam menghakimi. Paulus menulis bahwa kasih itu tidak menyimpan kesalahan orang lain (I Korintus 13:5). Kita harus menerapkan prinsip praduga tak bersalah dan mengenali keterbatasan diri kita sendiri. Dan kita harus menolak perasaan superioritas rohani apapun. Kalau tidak, kita juga akan jatuh ke dalam dosa.

Menegur orang lain merupakan tanggung jawab yang serius. Oleh karenanya,lakukan dengan hati-hati dan waspadalah selalu agar jangan apa yang Anda lakukan berubah menjadi penghakiman.

Menyadari bahwa kita memiliki banyak kelemahan dapat mengerem perkataan-perkataan kita ke orang lain yang sifatnya menghakimi. 

Sumber: Kingdom Magazine November 2009

Selasa, 26 April 2011

Sulit Dibayangkan


Aku didesak dari dua pihak: aku ingin pergi dan diam bersama-sama dengan Kristus—itu memang jauh lebih baik. —Filipi 1:23



Setiap kali saya dan istri saya, Martie bersiap-siap untuk pergi berlibur, kami suka membaca tentang tempat tujuan kami, mempelajari petanya, dan membayangkan sukacita yang dirasakan ketika akhirnya kami tiba di tempat yang telah kami impikan sekian lama.

Bagi kita yang mengenal Yesus Kristus, kita memiliki satu tempat tujuan yang luar biasa yang menanti kita, yaitu surga. Namun, yang menarik bagi saya adalah kebanyakan kita tidak terlihat begitu bersemangat untuk menuju ke sana. Mengapa demikian? Mungkin ini disebabkan karena kita tidak benar-benar memahami apa itu surga. Kita suka menyebut tentang jalan dari emas dan gerbang mutiara, tetapi seperti apa sebenarnya itu? Apa yang sebenarnya bisa kita harapkan?

Menurut saya penjelasan yang paling mendalam tentang surga dapat ditemukan dalam perkataan Paulus kepada jemaat di Filipi. Ia berkata bahwa “pergi dan diam bersama-sama Kristus” adalah “jauh lebih baik” (Flp. 1:23). Itulah yang saya katakan kepada cucu saya yang berumur 8 tahun ketika ia bertanya seperti apakah surga itu. Saya mulai dengan bertanya padanya, “Hal apa yang paling menyenangkan dalam hidupmu?” Ia menyebut soal permainan komputer dan hal-hal menyenangkan lain yang suka dilakukannya, dan saya berkata padanya bahwa surga jauh lebih baik dari semua itu. Ia berpikir sejenak, lalu berkata, “Kakek, itu sulit dibayangkan.”

Apakah yang Anda nanti-nantikan dalam hidup Anda? Hal apa yang membuat Anda bersemangat? Apa pun itu, meskipun sulit dibayangkan, surga tetap jauh lebih baik! —JMS

Berada dalam hadirat-Nya! Bayangan yang indah
Sungguh menakjubkan, tak bisa kupahami;
Akan kubersujud dan menyembah Tuhan di takhta-Nya
Dan menaikan pujian yang patut diterima-Nya. —Sper


Semakin Anda mengharapkan surga, semakin enggan Anda menginginkan dunia.


From: rbcindonesia

Senin, 25 April 2011

Tuhan selalu punya cara


Mazmur 105:40-41
“Mereka meminta, maka didatangkan-Nya burung puyuh, dan dengan roti dari langit dikenyangkan-Nya mereka. Dibuka-Nya gunung batu, maka terpancarlah air, lalu mengalir di padang-padang kering seperti sungai;”




Saya sampai sekarang masih terkagum-kagum dengan peristiwa dimana Tuhan memelihara bangsa Israel di padang gurun selama 40 tahun. Menurut saya, sehebat atau secerdas apapun orang di dunia saat itu sepertinya tidak akan bisa melakukan apa yang dilakukan oleh Tuhan.

Alkitab mencatat bahwa selama masa berputar-putar, orang Israel tidak pernah kekurangan makan atau kehausan. Kebutuhan hidup mereka selalu terpenuhi. Bahkan tiang awan dan tiang api disediakan-Nya agar mereka tidak kepanasan ketika tengah hari atau kedinginan di malam hari. Dan menariknya, kisah dimana bagaiman Tuhan memelihara umat-Nya terus berlanjut di pasal-pasal selanjutnya bahkan hingga sekarang ini.

Tuhan tidak pernah kehabisan metode untuk memberikan pertolongan kepada orang-orang yang dikasihi-Nya. Dia bisa menggunakan sebuah peristiwa, sekitar kita, atau manusia sendiri untuk menjaga kita di bumi ini. Tetap terpelihara adalah janji-Nya bagi Anda dan saya dan Dia takkan membiarkan apapun atau siapapun menghalangi hal tersebut.

Jadi, bila saat ada diantara Anda yang merasa seorang diri atau sedang dalam permasalahan yang berat, mari berdoalah kepada Tuhan. Mintalah pertolongan-Nya dan jalan keluar kepada-Nya. Percayalah, Dia selalu punya cara untuk membuat Anda bersukacita dan terjaga di bumi ini.

Tuhan punya ribuan cara agar umat-Nya tetap terpelihara di bumi. 

(diambil dari :Renunganharian.com)

Minggu, 24 April 2011

Rendah Diri

1 Samuel 17:32-37
TUHAN yang telah melepaskan aku dari cakar singa dan dari cakar beruang, Dia juga akan melepaskan aku dari tangan orang Filistin itu. —1 Samuel 17:37



Uang logam Rp. 50,- bisa dibilang adalah nilai mata uang yang paling diremehkan. Banyak orang tidak mau lagi memungut uang logam Rp. 50,- jika mereka melihatnya jatuh di tanah. Namun, sejumlah yayasan sosial melihat bahwa kepingan uang logam ini bisa berdampak besar, jika ada dalam jumlah banyak, dan bahwa anak-anak dapat memberikannya dengan mudah. Seorang peserta berkata, “Meskipun kecil, pemberian itu bisa memberikan pengaruh yang besar.”

Cerita Alkitab tentang Daud dan Goliat menggambarkan seorang pemuda yang tidak terlalu dianggap, tetapi yang memiliki keyakinan yang kuat di dalam Allah, lebih besar daripada keyakinan para penguasa di sekitarnya. Ketika Daud menawarkan diri untuk menghadapi raksasa Goliat, Raja Saul berkata, “Tidak mungkin engkau dapat menghadapi orang Filistin itu” (1 Sam. 17:33). Meskipun demikian, Daud memiliki iman dalam Tuhan yang telah menyelamatkannya di masa lalu (ay.37).

Daud tidak merasa rendah diri dan tidak berdaya ketika dirinya diperhadapkan pada masalah berat. Jika Daud terpengaruh oleh ungkapan pesimis yang diucapkan Saul atau oleh ancaman Goliat, ia tidak akan melakukan apa pun. Alih-alih, ia bertindak dengan penuh keberanian karena ia percaya kepada Allah.

Memang mudah untuk merasa begitu kecil di tengah masalah besar yang menggunung. Namun, saat kita menaati Tuhan dalam segala keadaan, segala sesuatunya akan diperhitungkan. Jika dijumlahkan, semua tindakan iman yang kita lakukan, baik besar maupun kecil, akan memberikan pengaruh yang besar. Bahkan uang logam sekecil Rp. 50,- pun tetap punya nilai. —DCM

Tak peduli seberapa besar atau kecil
Iman yang kau mungkin miliki;
Yang terpenting adalah siapa yang kau percaya
Dalam ketidakpastian kehidupan. —Fitzhugh


Keberanian muncul ketika kita berjalan dalam iman.
 (diambil dari : www.rbcindonesia.org)

Sabtu, 23 April 2011

Ia Telah Bangkit

Matius 16:6
Ia telah bangkit. Ia tidak ada di sini.


Paskah adalah hari yang istimewa bagi dunia Kekristenan karena di hari tersebut  sebuah pesan penting disampaikan Kristus kepada manusia. Pesan tersebut bukan Dia sampaikan melalui perkataan, tetapi perbuatan.

Kebangkitan-Nya pada hari ketiga memberitahu kepada kita bahwa Dialah Mesias Sejati, satu-satunya jalan keselamatan bagi umat manusia. Semua perbuatan baik yang dilakukan manusia untuk sampai ke Sorga adalah sia-sia, apabila tidak ada Kristus di dalam hati orang tersebut.

Kebangkitan-Nya juga menyatakan kepada kita bahwa Dia telah mengalahkan maut. Segala sakit penyakit, kutuk-kutuk kini telah berada di bawah kaki-Nya. Kesembuhan dan kemerdekaan menjadi milik mereka yang beriman kepada-Nya.

Terakhir, kebangkitan Kristus memberi pesan bahwa ada harapan bagi manusia untuk hidup dalam kekekalan bersama dengan Allah. Kehidupan yang telah dicari manusia sejak zaman dahulu kala.

Apa makna Paskah bagi Anda? Seharusnya itu bermakna segalanya, karena Kristus telah melepaskan Anda dari segala belenggu dosa dan memberi kunci masuk ke kerajaan-Nya yang abadi.

Karena kebangkitan Kristus, kehidupan kita menjadi berubah dan tidak akan pernah sama lagi.

Sumber: Hope for Each Day; Billy Graham; Penerbit Metanoia (Renunganharian.net)

Jumat, 22 April 2011

Kasih Yang Menempuh Jarak Jauh

" Dia yang tidak mengenal dosa dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah" (2 Korintus 5:21).


Tanggal 31 Desember 1995, John Clancy, seorang veteran pemadam kebakaran New York City, memimpin timnya ke apartemen kosong yang terbakar di wilayah narkoba Manhattan bagian bawah. Ketika api berkobar di luar kendali para pemadam kebakaran, khawatir jangan-jangan seseorang masih ada di dalam bangunan-meskipun orang-orang yang menghuninya hanyalah orang-orang tunawisma, pecandu obat, pecandu alkohol, dan pelacur-maka Clancy dan rekan rekannya memutuskan memasuki neraka itu melakukan pencarian dan penyelamatan. Asap membuat pandangan hampir tak kelihatan.

Tiba-tiba atap lantai kedua runtuh, menjebak Clancy. Para rekannya berusaha sekuat tenaga melepaskan dia, namun ketika mereka akhirnya menarik dia keluar, sudah terlambat. Tubuhnya terbakar tanpa bisa dikenal. Hari terakhir tahun 1995 itu adalah hari terakhir kehidupan pemadam kebakaran yang berani ini. Ia meninggalkan seorang istri yang sedang hamil enam bulan dan masa depan yang mereka rencanakan bersama.. John Clancy percaya bahwa semua kehidupan itu berharga, dan bersedia membahayakan hidupnya sendiri untuk menyelamatkan siapa saja yang ada dalam bangunan itu. Ia meninggalkan rumahnya sendiri yang aman menuju bahaya api yang mengamuk. Ia memasuki bara api untuk menyelamatkan kehidupan dan kehilangan nyawanya sendiri. Pengabdiannya pada tugas telah dibayar denga nyawanya. Ia tidak bisa tinggal diam saat ia mengetahui orang lain dalam bahaya.

Para penyelidik menemukan bahwa kebakaran itu sengaja dilakukan. Edwin Smith salah seorang "yang terpinggirkan" yang dilaporkan berada dalam bangunan, yang membakarnya. John Clancy sedang menyelamatkan orang yang membakar bangunan itu. Ia memberikan nyawanya untuk seorang penyulut api.

Dua ribu tahun yang lalu, Seorang yang lain berjalan menuju api kematian itu sendiri untuk menyelamatkan kita. Ia membebaskan kita dari api neraka yang menyala-nyala. Ketika Kristus mati, Ia dengan rela menerima kutukan kematian di atas diri-Nya sendiri. Ayat hari ini menyatakan, "Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah." Yesus tidak pernah berdosa, tetapi Ia jadi berdosa karena kita. Ia dengan rela menerima semua rasa malu dan kesalahan pada diri-Nya sendiri untuk dosa-dosa kita.

Ia menjalani kematian yang pantas kita terima agar kita bisa menjalani kehidupan yang sepatutnya bagi Dia. Ketika Yesus menjalani penderitaan yang menyiksa di salib Ia merasakan perpisahan dari Bapa-Nya. Dalam kata-kata "Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?" (Mat. 27:46), Yesus mengekspresikan perasaan kehilangan-Nya itu. Juruselamat kita mengalami kematian untuk orang-orang yang berdosa.

Kasih Yesus menempuh perjalanan jauh. Ia mengalami penderitaan neraka itu untuk menyelamatkan kita. Dalam terang kasih-Nya itu, yang bisa kita lakukan adalah jatuh di kaki-Nya dan menyembah selamanya. Ia layak mendapatkan pujian kita yang tertinggi. 

(Diambil dari buku :Tidak tergoyahkan, karangan Mark Finley, hlm 28)

 

Kamis, 21 April 2011

Kita Diterima Oleh Tuhan

Bacaan Hari ini :

Roma 4:25 (BIS) "Yesus itu sudah diserahkan untuk dibunuh karena dosa-dosa kita; lalu Ia dihidupkan kembali oleh Allah untuk memungkinkan kita berbaik kembali dengan Allah."


Kematian dan kebangkitan Yesus membuat kita dapat diterima oleh Tuhan.

Apakah Anda akan terkejut mengetahui bahwa kebanyakan orang tidak menerima dirinya sendiri?
Saya sudah menjadi pendeta selama lebih dari 30 tahun, saya sudah bicara dengan puluhan ribu orang, dan saya telah menemukan bahwa kebanyakan orang benar-benar tidak menyukai diri mereka sendiri.
Mereka berharap mereka bukanlah seperti diri mereka sendiri.
Mereka berharap mereka tampak berbeda.
Mereka berharap mereka bertindak berbeda.

Kita tidak menerima diri kita, dan kita menghabiskan hidup kita mencoba untuk mencari penerimaan dari orang-orang lain, tetapi yang jauh lebih penting daripada diterima oleh orang lain adalah diterima oleh Allah.
Ini adalah masalah.
Mengapa?
Karena Allah adalah sempurna dan Anda tidak.
Dan begitu juga saya tidak sempurna.

Tuhan tinggal di tempat yang sempurna yang disebut surga.
Sehingga Tuhan memiliki masalah, bagaimana Dia membuat orang yang tidak sempurna dapat masuk ke tempat yang sempurna di mana Dia sendiri adalah sempurna?
(Karena jelas, jika Dia membiarkan orang yang tidak sempurna berada di tempat yang sempurna, tempat itu tidak akan menjadi sempurna lagi.)
Tuhan harus memiliki rencana untuk membuat orang yang tidak sempurna dapat tinggal di tempat yang sempurna.

Rencana Tuhan adalah apa yang saya sebut sebagai "Pertukaran Besar".

Alkitab mengatakan, "Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah." (2 Korintus 5:21)

Saya rasa ini dapat membuatnya lebih jelas: Anda tidak akan pernah menjadi cukup baik untuk dapat masuk ke surga karena surga itu sempurna dan Anda tidak akan pernah bisa menjadi sempurna.
Ini adalah kebaikan Kristus di dalam Anda yang membuat Anda diterima.
Anda tidak sempurna, tetapi Dia sempurna.
Jadi Tuhan berkata, "Kami akan melakukan pertukaran di sini. Yesus akan menanggung dosa-dosa kamu dan kamu mendapatkan kebaikan-Ku dalam hidupmu."

Banyak orang merasa terjebak oleh masa lalu mereka.
Mereka mengatakan, "Jika Anda tahu apa yang telah saya lakukan, Anda akan tahu bahwa saya tidak akan diterima Tuhan."
Saya tidak tahu apa yang telah Anda lakukan, tapi Tuhan menerima Anda: "bahwa Allah memungkinkan manusia berbaik dengan Dia, hanya kalau manusia percaya kepada Yesus Kristus. Allah berbuat ini untuk semua orang yang percaya kepada Kristus; sebab tidak ada perbedaannya." (Roma 3:22 BIS)

Tidak peduli siapa kita atau apa yang telah kita lakukan!
Kita semua bisa diselamatkan.
Dia membuat kita berkenan kepada Tuhan.

Kristus telah menanggung dosa-dosa kita, sehingga kita yang percaya kepada-Nya dapat diterima oleh Tuhan.


(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

Rabu, 20 April 2011

Ketika Api Padam

Amsal 26:20
“Bila kayu habis, padamlah api; bila pemfitnah tak ada, redalah pertengkaran”




Jika api telah habis membakar sesuatu, maka ia akan padam. Demikian juga apabila gosip sampai ke telinga seseorang yang tidak akan meneruskannya, maka berakhirlah gosip itu.

Gosip, seperti halnya dosa-dosa yang lain, bagaikan “sedap-sedapan perkataan” (Amsal 26:22). Kita senang mendengar dan menceritakannya kepada orang lain karena “rasanya” mengasyikkan. Gosip berakar pada keinginan kita untuk menyenangkan diri sendiri. Saat kita menjelek-jelekkan orang lain, kita menganggap seolah-olah diri kita lebih baik.

Karena itulah, penyebaran gosip sangatlah sulit dihentikan. Diperlukan doa dan anugerah Allah agar kita dapat menolak menceritakan atau bahkan mendengarkan gosip, bahkan terhadap sesuatu gosip tersamar dalam keprihatinan pribadi atau permintaan untuk mendoakan teman yang berbuat dosa dan bermasalah.

Kita perlu memohon hikmat dari Allah agar kita dapat mengetahui kapan harus berbicara, apa yang dibicarakan, dan kapan kita perlu menutup mulut. Karena “di dalam banyak bicara pasti ada pelanggaran, tetapi siapa yang menahan bibirnya, berakal budi” (Amsal 10:19).

Kerap kali, lebih bijaksana apabila kita tetap diam atau tidak banyak mengucapkan kata-kata. Namun, apabila kita harus berbicara, marilah kita membicarakan hal-hal yang membangkitkan semangat dan mendorong orang lain untuk lebih dekat dengan Allah, dan bukan hal-hal yang akan melemahkan dan melukai mereka. “Lidah orang bijak mendatangkan kesembuhan” (Amsal 12:18).

Hancurkanlah gosip dengan mengabaikannya.

Sumber: Kingdom Magazine Maret 2010

Selasa, 19 April 2011

Jalan Kaki? Okay!



Semua orang tentu setuju bahwa jalan kaki adalah salah satu latihan aerobik paling sederhana dan teraman yang dapat kita lakukan. Nah, tahukah Anda bahwa jalan kaki akan membantu memperkuat tulang, mengontrol berat badan, dan kondisi jantung dan paru-paru.


Melakukan jalan kaki secara rutin dan konsisten adalah salah satu faktor terpenting dalam membentuk program aktivitas fisik yang sehat. Penelitian menunjukkan bahwa orang yang berjalan kira-kira 20-25 mil per minggu lebih panjang umur beberapa tahun dibanding mereka yang tidak.


Berikut beberapa fakta tentang jalan kaki: 
1.        Jalan kaki selama 20 menit setiap hari akan membakar 7 pound lemak per tahun.
2.        Jalan kaki lebih lama setiap hari selama 40 menit adalah cara terbaik untuk menurunkan berat badan.
3.        Jalan kaki cepat dari 20 sampai 25 menit adalah kondisi terbaik bagi jantung dan paru-paru.

Jalan kaki juga memberikan manfaat sebagai berikut: 
1.        Memperbaiki efektivitas jantung dan paru-paru
2.        Membakar lemak dalam tubuh
3.        Meningkatkan metabolisme sehingga tubuh membakar kalori lebih cepat, bahkan sekalipun tengah istirahat
4.        Membantu mengontrol selera makan
5.        Meningkatkan energi
6.        Membantu menyembuhkan stress
7.        Memperlambat penuaan
8.        Menurunkan tingkat kolesterol dalam darah
9.        Menurunkan tingkat darah tinggi
10.     Membantu mengontrol dan mencegah diabetes
11.     Menurunkan beberapa resiko kanker seperti kanker prostat dan payudara
12.     Membantu rehabilitasi dari serangan jantung dan stroke
13.     Memperkuat otot kaki, paha dan tulang
Jalan kaki jauh lebih disenangi di banding lari atau jogging karena jalan kaki mengurangi stress pada bagian tubuh termasuk paha, lutut dan ankle. Ingatlah untuk selalu melakukan pemanasan terlebih dahulu dan pelemasan setelah jalan kaki.


Pakailah sepatu yang cocok dengan sedikit longgar di bagian depan untuk mengantisipasi pelebaran kaki saat jalan kaki dilakukan sehingga terhindar dari rasa sakit.

source: http://maiforall.blogspot.com/2010/12/13-keuntungan-jalan-kaki.html

Arti Paskah: Yesus membayar dosa dosa kita

Bacaan Hari ini :
Efesus 1:7 "Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya"



Kematian dan kebangkitan Yesus telah membayar dosa-dosa kita.

Ada banyak guru agama besar sepanjang sejarah.
Mereka semua mengatakan hal-hal yang baik, tapi apa yang membuat Yesus berbeda dari setiap guru agama lain di sepanjang sejarah adalah fakta bahwa Dia mati dan bangkit kembali.

Hal itu sangat penting karena bukan kehidupan Yesus yang menyelamatkan Anda, bukan pula ajaran Yesus yang menyelamatkan Anda, tetapi kematian dan kebangkitan Yesus yang membuka pintu bagi keselamatan Anda.

Yesus mati untuk dosa-dosa Anda.
Alkitab mengatakan bahwa kita semua sudah berbuat kekacauan.
Kita semua telah membuat kesalahan.
Tidak satupun dari kita yang sempurna.
Itu cukup jelas, saya saja tidak bisa memenuhi standar yang saya buat sendiri, apalagi standar Tuhan.
Kita semua telah berdosa.

Alkitab mengatakan bahwa keadilan menuntut hukuman.
Jika Anda melakukan kejahatan, Anda membayar waktu di penjara.
Jika Anda melanggar hukum, Anda membayar denda.
Jika Anda tertangkap ngebut, Anda mendapatkan surat tilang.
Jika Anda melanggar hukum Allah, Anda membayar denda atas pelanggaran itu dan menurut Alkitab, "Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita." (Roma 6:23)

Dengan kata lain, seseorang harus membayar untuk semua kesalahan yang telah Anda lakukan dalam hidup, baik Anda yang membayar atau orang lain yang membayar untuk Anda.
Dan ini adalah dimana Tuhan berkata, "Aku akan melakukannya!" dan Dia melangkah ke dalam arena.
Yesus Kristus dikirim ke bumi -- Tuhan dalam bentuk manusia dan Dia mengatakan -- "Aku akan membayar dosa-dosa kamu".

Ini kabar baiknya : Segala kesalahan yang telah Anda perbuat, semua kesalahan yang akan Anda perbuat, hal-hal yang bahkan belum Anda pikirkan, semua dosa telah dibayar oleh Yesus Kristus saat Dia mati di kayu salib.
"Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya" (Efesus 1:7)

Ketika Yesus mati di kayu salib untuk Anda, itu menunjukkan dua hal :

Pertama, hal ini menunjukkan berapa besar biaya pengampunan Anda.
Harga tertinggi yang dapat Anda bayar untuk apapun adalah dengan memberikan hidup Anda untuk itu.
Dan itulah yang Yesus lakukan.
Dia memberikan darah-Nya.
Dia memberikan nyawa-Nya.
Ini harga yang sangat mahal.
Anugerah itu gratis tetapi tidak murah.
Yesus harus memberikan nyawa-Nya untuk membayar dosa-dosa Anda.

Kedua, hal ini menunjukkan betapa Allah menghargai Anda.
Hal ini menunjukkan betapa berharganya Anda bagi Allah.
Yesus mati untuk Anda di kayu salib.
Ini menunjukkan harga tertinggi yang dapat dibayar adalah dengan memberikan nyawa.

Berapa besar Anda berharga?
Yesus berkata, dengan tangan-Nya terlentang di atas kayu salib, "inilah seberapa besar kamu berharga, Aku bersedia mati untuk kamu."
Anda mungkin berpikir bahwa Anda tidak berharga karena kesalahan-kesalahan yang telah Anda lakukan.
Tetapi Yesus berkata, "Tidak, kamu sangat berharga. Dan Aku mau memberikan nyawa-Ku untuk membayar dosa-dosamu."
Yesus telah membayar harga tertinggi untuk membayar dosa-dosa kita dengan memberikan nyawa-Nya, agar kita dapat menerima pengampunan.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

Senin, 18 April 2011

Mengapa Tidur Harus Dalam Keadaan Gelap?

Jika Anda takut tidur malam dalam kamar yang gelap mulailah untuk melatihnya. Tidur dengan lampu mati sangat baik buat kesehatan tubuh dan bisa mencegah beberapa penyakit serius seperti kanker payudara dan kanker prostat.

Tidur malam dalam kamar yang gelap benar-benar bermanfaat buat tubuh. Ahli biologi Joan Robert mengatakan tubuh baru bisa memproduksi hormon melatonin ketika tidak ada cahaya. Hormon ini adalah salah satu hormon kekebalan tubuh yang mampu memerangi dan mencegah berbagai penyakit termasuk kanker payudara dan kanker prostat.

Sayangnya, hormon melatonin ini tidak akan muncul jika orang tidur malam hari dengan lampu menyala. Adanya cahaya atau sinar membuat produksi hormon melatonin akan berhenti.

Dengan mematikan lampu ketika tidur malam hari, bukan hanya menghemat energi tapi juga meningkatkan kesehatan tubuh. Maka itu tidur malam sambil nonton TV juga sangat tidak disarankan.

Praktisi kesehatan lainnya, Lynne Eldridge M.D yang juga penulis buku 'Avoiding Cancer One Day At A Time' juga menuliskan perempuan buta 80 persen lebih kecil terkena risiko kanker payudara dibanding rata-rata perempuan lain. Diduga faktor hormon melatonin yang banyak ditubuhnya karena penglihatan yang gelap membuatnya punya daya tahan tubuh yang lebih tinggi.

Pentingnya tidur malam hari dengan mematikan lampu baru-baru ini juga diteliti oleh para ilmuwan dari Inggris dan Israel. Peneliti menemukan ketika cahaya dihidupkan pada malam hari, bisa memicu ekspresi berlebihan dari sel-sel yang dikaitkan dengan pembentukan sel kanker.

Para ilmuwan mengklaim jika seseorang terbangun di malam hari dan menyalakan lampu selama beberapa detik, maka bisa menyebabkan perubahan biologis yang mungkin mengarah ke kanker.

Jika pada penelitian sebelumnya tidur malam dengan lampu terang dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker payudara dan kanker prostat. Maka pada penelitian terbaru ini menunjukkan paparan jangka pendek juga bisa dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker.

"Orang-orang yang bangun di malam hari disarankan untuk tidak menyalakan lampu. Kami percaya bahwa setiap kali menyalakan cahaya buatan pada malam hari akan memiliki dampak pada jam biologis tubuh, karena ini adalah mekanisme yang sensitif," ujar Dr Rachel Ben-Sclomo dari University of Haifa, seperti dikutip dari Dailymail, Selasa (13/4/2010).

Dr Rachel menambahkan bahwa ini adalah temuan terbaru dan masih sebatas penelitian pendahuluan. Namun kini ia dan tim tengah menganalisa wilayah ini secara lebih mendetail. Hasil ini juga telah dilaporkan dalam jurnal Cancer Genetics and Cytogenetics.

[health.detik.com]

Kerja Keras Dalam Kasih

Bacaan Hari ini :
1 Tesalonika 1:3 "Sebab kami selalu mengingat pekerjaan imanmu, usaha kasihmu dan ketekunan pengharapanmu kepada Tuhan kita Yesus Kristus di hadapan Allah dan Bapa kita."


Ketika Yesus mengasihi, Dia bekerja dengan giat dan sungguh-sungguh.
Dia berkeringat, berlutut, dan mencuci kaki kita dengan darah, keringat, dan air mata-Nya.

Yesus bekerja dengan kasih-Nya, meskipun kasih-Nya bukanlah suatu bentuk pekerjaan pada umumnya.
Dia adalah seorang pemberi, bukan seorang yang meminta-minta.
Dia mengasihi kita dan Dia sendiri yang membentuk kita dengan tangan-Nya.

Yesus bukan seorang pemalas, Dia sangat mengasihi kita, hingga kita tak mampu untuk menampung seluruh kebesaran kasih-Nya.
Kasih-Nya begitu melimpah dalam hidup kita sehingga terus mengalir bagi orang lain yang kita kasihi.
Pekerjaan kasih-Nya tidak akan pernah hilang bagi mereka yang membutuhkannya dalam dunia ini.

Yesus turut bergumul untuk ketakutan yang sedang kita alami, menghapus keraguan dalam hati kita dan terus berkarya dalam kasih-Nya hingga Dia mau berserah sepenuhnya di Taman Getsemani dan minum dari cawan Allah Bapa yang memang harus dilakukan-Nya untuk menyempurnakan karya kasih-Nya yang terakhir bagi kita, puncak pengorbanan-Nya.
Yesus bersedia berkeringat, berdarah, dan menangis karena kasih-Nya yang tak terbatas.
Dia bersedia mati bagi kita karena kasih-Nya yang tidak akan pernah mati.

Yesus terus bekerja dalam diri Anda dan melalui Anda, menyelesaikan pekerjaan yang telah Dia lakukan dalam hidup Anda.
Dia mengasihi Anda sampai pada kesudahannya. (Yohanes 13:1)


Berpeganglah terus pada kasih Yesus, bahkan ketika Anda berada dalam keadaan yang tidak menyenangkan dalam hidup Anda.


(Diterjemahkan dari Answers for Each Day by Bayless Conley)

Minggu, 17 April 2011

Penipuan Setan

" Sebagaimana awan lenyap dan melayang hilang, demikian juga orang yang turun ke dalam dunia orang mati tidak akan muncul kembali. Ia tidak lagi kembali ke rumahnya, dan tidak dikenal lagi oleh tempat tinggalnya."


Ayub 7:9,10

Tidak lama setelah saya berbicara tentang kematian, pada suatu pertemuan penginjilan di Filipina, angin topan memporak porandakan kota Legazpi. Salah seorang yang menghadiri pertemuan itu adalah seorang perwira tentara Filipina yang mendengarkan dengan penuh perhatian pada apa yang Alkitab ajarkan tentang kematian.

Malam itu ia terbangun kira-kira tengah malam oleh suara deru angin.daun pintu rumahnya terbanting kuat. angin menderu di sela sela jendelanya. Hujan deras begitu kuat terdenagar di atas atap timah rumahnya. Ketika perwira Filipina ini membuka matanya, ia melihat satu wujud indah di atas tempat tidurnya. Ia terkejut. Itu tampak seperti almarhum istrinya! Kulitnya mulus berwarna seperti buah zaitun. Rambutnya panjang tergerai, dan hitam. mata coklatnya yang indah tampak jelas dan memikat. Ia yakin, itu istrinya, tetapi bukan pada usia 60 tahun. Ini wajah istrinya waktu berusia 35 tahun.

Sosok istrinya itu mendekati dia dan berkata dalam suara yang tidak mungkin keliru baginya, "Sayang aku merindukanmu. Aku rindu memelukmu."

Sekalipun ia ingin meraih dan memeluknya, namun ia mengingat nasihat Alkitab tentang kematian. Ia ingat bahwa Alkitab berkata, "Sebagaimana awan lenyap dan melayang hilang, demikian juga orang yang turun ke dalam dunia orang mati tidak akan muncul kembali. Ia tidak lagi kembali ke rumahnya, dan tidak dikenal lagi oleh tempat tinggalnya" (Ayub 7:9,10). Ia mengingat satu ayat dari Wahyu yang berkata, "Itulah roh-roh setan yang mengadakan perbuatan-perbuatan ajaib" (Wahyu 16:14). Ia mengingat 2 korintus 11:14: " Iblis pun menyamar sebagai malaikat Terang."

Ia yakin bahwa meskipun mahluk ini sangat mirip istrinya, meskipun suaranya terdengar sangat mirip suara istrinya, wujud di atas tempat tidurnya itu bukanlah dia. Jadi ia memandang ke atas dan berkata, "Dalam nama Yesus Kristus, pergilah. Pergilah, dalam nama Yesus!"

Dan ketika perwira Filipina itu menceritakannya kepada saya esok harinya, ia berkata, "Tepat di hadapan mataku, wujud itu menghilang."

Alkitab sangat jelas. Orang mati tidak bisa berkomunikasi dengan orang hidup. Suara apa pun yang memecah keheningan kematian, bukanlah suara dari Allah. Itu adalah suara Iblis yang menyamar menjadi orang terkasih yang sudah meninggal. Tidakkah itu seperti Iblis yang mengambil keuntungan dari orang-orang di saat dukacita mereka yang paling dalam? Tidakkah itu seperti Iblis yang merebut kasih sayang dari anggota keluarga dengan menyamar sebagai orang terkasih yang sedang mereka tangisi? Iblis itu adalah seorang pembohong (lihat Yoh. 8:44).

Ikuti ajaran Alkitab, dan anda akan diselamatkan dari kebinasaan. Tuhan memberkati anda.

(Diambil dari : Buku renungan pagi "Tidak Tergoyahkan" karangan Mark Finley hlm. 115)

Sabtu, 16 April 2011

Masalah Dengan Kompromi


Bacaan Hari ini :
Matius 13:33 "Dan Ia menceritakan perumpamaan ini juga kepada mereka: 'Hal Kerajaan Sorga itu seumpama ragi yang diambil seorang perempuan dan diadukkan ke dalam tepung terigu tiga sukat sampai khamir seluruhnya.'" 

Yesus berkata Kerajaan Sorga sama seperti ragi, perumpamaan yang mungkin tidak begitu berarti bagi kita hari ini.
Tapi akan dapat kita pahami nantinya pada hari Tuhan.
Ragi selalu memiliki konotasi negatif dalam Alkitab.

Sebelum Paskah, Musa memerintahkan Israel, "Kamu makanlah roti yang tidak beragi tujuh hari lamanya; pada hari pertamapun kamu buanglah segala ragi dari rumahmu, sebab setiap orang yang makan sesuatu yang beragi, dari hari pertama sampai hari ketujuh, orang itu harus dilenyapkan dari antara Israel." (Keluaran 12:15) 

Mengambil tema ini, Paulus menulis kepada umat Tuhan di Korintus yang berkompromi pada sebagian orang yang berbuat dosa, "Kemegahanmu tidak baik. Tidak tahukah kamu, bahwa sedikit ragi mengkhamiri seluruh adonan? Buanglah ragi yang lama itu, supaya kamu menjadi adonan yang baru, sebab kamu memang tidak beragi. Sebab anak domba Paskah kita juga telah disembelih, yaitu Kristus." (1 Korintus 5:6-7)

"Yesus juga berkata kepada mereka: 'Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap ragi orang Farisi dan Saduki.'" (Matius 16:6)

Ragi disini berbicara tentang korupsi, infiltrasi, dan sikap berkompromi.
Ragi menggambarkan sikap kompromi yang kita ambil dalam hidup kita, sebuah ilustrasi tentang bagaimana hal-hal kecil dapat berubah menjadi hal-hal besar. 

Meskipun bayi ular mungkin tampak lucu dan cukup kecil untuk berada di telapak tangan Anda, racun yang terdapat dalam bisa bayi ular ternyata lebih kuat daripada sebuah bisa ular dewasa.
Dengan cara yang sama, kita bisa melihat dosa dalam hidup kita dan berkata, "Ini hanya dosa kecil? Ini bukan hal yang besar."
Tapi tunggu sampai dosa itu menggigit Anda.
Pikiran untuk berkompromi dengan dosa menyelusup dalam hidup Anda, dan kemudian semakin menyebar kemana-mana. 

Apakah ada dosa dalam hidup Anda yang belum Anda perdamaikan dengan Tuhan? Singkirkan itu sekarang juga sebelum dia merusak rohani Anda. 

(Diterjemahkan dari Daily Devotion by Greg Laurie)

Jumat, 15 April 2011

Kesuksesan

"..Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman." - Matius 28:20b

Kesuksesan
Bacaan hari ini: Yesaya 6:8-13
Ayat mas hari ini: Yesaya 6:9
Bacaan Alkitab Setahun: 1 Raja-raja 11-13

Yesaya 6:8-13
6:8 Lalu aku mendengar suara Tuhan berkata: "Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"
6:9 Kemudian firman-Nya: "Pergilah, dan katakanlah kepada bangsa ini: Dengarlah sungguh-sungguh, tetapi mengerti: jangan! Lihatlah sungguh-sungguh, tetapi menanggap: jangan!
6:10 Buatlah hati bangsa ini keras dan buatlah telinganya berat mendengar dan buatlah matanya melekat tertutup, supaya jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar dengan telinganya dan mengerti dengan hatinya, lalu berbalik dan menjadi sembuh."
6:11 Kemudian aku bertanya: "Sampai berapa lama, ya Tuhan?" Lalu jawab-Nya: "Sampai kota-kota telah lengang sunyi sepi, tidak ada lagi yang mendiami, dan di rumah-rumah tidak ada lagi manusia dan tanah menjadi sunyi dan sepi.
6:12 TUHAN akan menyingkirkan manusia jauh-jauh, sehingga hampir seluruh negeri menjadi kosong.
6:13 Dan jika di situ masih tinggal sepersepuluh dari mereka, mereka harus sekali lagi ditimpa kebinasaan, namun keadaannya akan seperti pohon beringin dan pohon jawi-jawi yang tunggulnya tinggal berdiri pada waktu ditebang. Dan dari tunggul itulah akan keluar tunas yang kudus!"

Ada beragam definisi kesuksesan. Bagi sebagian orang, kesuksesan adalah kondisi ketika seseorang sudah memiliki uang dan harta dalam jumlah tertentu. Atau, jika sudah memiliki pengikut setia yang banyak. Atau, jika berhasil menjadi yang terbaik dalam bidang tertentu. Atau, jika sudah memiliki keluarga yang harmonis. Bermacam definisi ini muncul, tergantung pada tata nilai dan latar belakang seseorang. Namun, secara umum kesuksesan kerap diukur berdasarkan pencapaian atau buah yang diperoleh.

Definisi kesuksesan bagi Tuhan, khususnya dalam konteks panggilan-Nya kepada Yesaya, beda dengan yang umumnya manusia pegang. Hari ini kita membaca bagaimana Yesaya diutus untuk menyampaikan firman Tuhan kepada bangsa Israel. Uniknya, Tuhan sudah mengatakan bahwa Israel tidak akan memedulikan Yesaya. Pelayanan Yesaya akan tidak berbuah. Dengan kata lain, berdasarkan definisi umum, Yesaya akan gagal. Namun demikian, Tuhan tetap menyuruh Yesaya menjalani panggilan-Nya tersebut dan hanya memintanya setia. Itulah arti kesuksesan bagi Tuhan, yaitu setia kepada panggilan-Nya sampai akhir, bagaimanapun beratnya situasi.

Definisi kesuksesan ini penting kita miliki dalam menjalani hidup. Tuhan tidak menuntut kita memiliki pencapaian yang spektakuler. Atau, tampak terpandang di mata orang-orang. Karenanya, jangan malu kalau kita tampak ”kalah” berprestasi dibandingkan orang lain. Jangan pula tergoda mengambil jalan pintas yang tidak sesuai firman-Nya, hanya agar dipandang berhasil oleh dunia. Melainkan, berusahalah dinilai sukses oleh Tuhan dengan terus berusaha setia kepada panggilan-Nya.

BAGI TUHAN KESUKSESAN KITA TERUTAMA DIUKUR DARI KESETIAAN KITA

Penulis: Alison Subiantoro

[renunganharian.net]


Kamis, 14 April 2011

Zona Asing

Yesaya 42:16
“Aku mau memimpin orang-orang buta di jalan yang tidak mereka kenal, dan mau membawa mereka berjalan di jalan-jalan yang tidak mereka kenal. Aku mau membuat kegelapan yang di depan mereka menjadi terang dan tanah yang berkeluk-keluk menjadi tanah yang rata. Itulah hal-hal yang hendak Kulakukan kepada mereka, yang pasti akan Kulaksanakan.”


Ketidakpastian adalah suatu kondisi yang tidak mengenakkan bagi seseorang karena ia tidak bisa menduga apa yang akan ia alami. Bisa saja di hari itu, ia ternyata mendapatkan seribu peristiwa yang menyedihkan hatinya, tetapi di keesokkan harinya, ia malah menerima seribu peristiwa kegembiraan. Dan inilah dunia dimana Anda dan saya hidup saat ini.

Salah seorang penulis Kristiani asal Amerika Serikat Byron Bohnert pernah menulis sebuah kalimat yang indah mengenai ketidakpastian. Kira-kira bila diterjemahkan berbunyi seperti ini “Seringkali mengikuti Allah bukan berarti membuat hidup Anda enak karena segala sesuatunya menjadi serba pasti. Justru sebaliknya, ketidakpastian akan kerap Anda temui. Namun, jika Anda tetap mengikuti-Nya maka perjalanan Anda akan menjadi sangat bernilai."

Ketidakpastian inilah yang saya sebut zona asing. Suatu hari ketika duduk di depan komputer, saya berbicara kepada Tuhan dalam hati, "Tuhan, sekarang saya seperti berlayar di perairan yang begitu luas. Saya tidak tahu harus mengarahkan hidup ini ke mana. Beritahukan apa yang harus saya lakukan." Tiba-tiba, Dia berkata kepada saya, “Ikutlah tuntunan-KU”.

Walaupun kita adalah orang-orang beriman, Tuhan Yesus tetap akan membiarkan kita berada dalam zona asing. Ini bukanlah karena Dia tidak mengasihi kita, tetapi karena kasih-Nya yang begitu besar kepada kita maka Dia mengizinkan kita mengalami ketidakpastian. Dia tahu ketika kita berada dalam zona yang aman maka kita akan melepaskan-Nya. Kita tidak lagi bergantung kepada-Nya, tetapi menggunakan kekuatan diri sendiri.

Bila hari-hari ini Anda merasa seperti berada dalam zona asing dan karenanya Anda takut menjalani hidup, ingatlah perkataan Allah melalui perantaraan Nabi Yesaya kepada bangsa Israel, “Aku mau memimpin orang-orang buta di jalan yang tidak mereka kenal, dan mau membawa mereka berjalan di jalan-jalan yang tidak mereka kenal. Aku mau membuat kegelapan yang di depan mereka menjadi terang dan tanah yang berkeluk-keluk menjadi tanah yang rata. Itulah hal-hal yang hendak Kulakukan kepada mereka, yang pasti akan Kulaksanakan.”

Orang yang bergantung kepada Allah tidak akan pernah dikecewakan-Nya.