Minggu, 17 April 2011

Penipuan Setan

" Sebagaimana awan lenyap dan melayang hilang, demikian juga orang yang turun ke dalam dunia orang mati tidak akan muncul kembali. Ia tidak lagi kembali ke rumahnya, dan tidak dikenal lagi oleh tempat tinggalnya."


Ayub 7:9,10

Tidak lama setelah saya berbicara tentang kematian, pada suatu pertemuan penginjilan di Filipina, angin topan memporak porandakan kota Legazpi. Salah seorang yang menghadiri pertemuan itu adalah seorang perwira tentara Filipina yang mendengarkan dengan penuh perhatian pada apa yang Alkitab ajarkan tentang kematian.

Malam itu ia terbangun kira-kira tengah malam oleh suara deru angin.daun pintu rumahnya terbanting kuat. angin menderu di sela sela jendelanya. Hujan deras begitu kuat terdenagar di atas atap timah rumahnya. Ketika perwira Filipina ini membuka matanya, ia melihat satu wujud indah di atas tempat tidurnya. Ia terkejut. Itu tampak seperti almarhum istrinya! Kulitnya mulus berwarna seperti buah zaitun. Rambutnya panjang tergerai, dan hitam. mata coklatnya yang indah tampak jelas dan memikat. Ia yakin, itu istrinya, tetapi bukan pada usia 60 tahun. Ini wajah istrinya waktu berusia 35 tahun.

Sosok istrinya itu mendekati dia dan berkata dalam suara yang tidak mungkin keliru baginya, "Sayang aku merindukanmu. Aku rindu memelukmu."

Sekalipun ia ingin meraih dan memeluknya, namun ia mengingat nasihat Alkitab tentang kematian. Ia ingat bahwa Alkitab berkata, "Sebagaimana awan lenyap dan melayang hilang, demikian juga orang yang turun ke dalam dunia orang mati tidak akan muncul kembali. Ia tidak lagi kembali ke rumahnya, dan tidak dikenal lagi oleh tempat tinggalnya" (Ayub 7:9,10). Ia mengingat satu ayat dari Wahyu yang berkata, "Itulah roh-roh setan yang mengadakan perbuatan-perbuatan ajaib" (Wahyu 16:14). Ia mengingat 2 korintus 11:14: " Iblis pun menyamar sebagai malaikat Terang."

Ia yakin bahwa meskipun mahluk ini sangat mirip istrinya, meskipun suaranya terdengar sangat mirip suara istrinya, wujud di atas tempat tidurnya itu bukanlah dia. Jadi ia memandang ke atas dan berkata, "Dalam nama Yesus Kristus, pergilah. Pergilah, dalam nama Yesus!"

Dan ketika perwira Filipina itu menceritakannya kepada saya esok harinya, ia berkata, "Tepat di hadapan mataku, wujud itu menghilang."

Alkitab sangat jelas. Orang mati tidak bisa berkomunikasi dengan orang hidup. Suara apa pun yang memecah keheningan kematian, bukanlah suara dari Allah. Itu adalah suara Iblis yang menyamar menjadi orang terkasih yang sudah meninggal. Tidakkah itu seperti Iblis yang mengambil keuntungan dari orang-orang di saat dukacita mereka yang paling dalam? Tidakkah itu seperti Iblis yang merebut kasih sayang dari anggota keluarga dengan menyamar sebagai orang terkasih yang sedang mereka tangisi? Iblis itu adalah seorang pembohong (lihat Yoh. 8:44).

Ikuti ajaran Alkitab, dan anda akan diselamatkan dari kebinasaan. Tuhan memberkati anda.

(Diambil dari : Buku renungan pagi "Tidak Tergoyahkan" karangan Mark Finley hlm. 115)