Senin, 18 April 2011

Mengapa Tidur Harus Dalam Keadaan Gelap?

Jika Anda takut tidur malam dalam kamar yang gelap mulailah untuk melatihnya. Tidur dengan lampu mati sangat baik buat kesehatan tubuh dan bisa mencegah beberapa penyakit serius seperti kanker payudara dan kanker prostat.

Tidur malam dalam kamar yang gelap benar-benar bermanfaat buat tubuh. Ahli biologi Joan Robert mengatakan tubuh baru bisa memproduksi hormon melatonin ketika tidak ada cahaya. Hormon ini adalah salah satu hormon kekebalan tubuh yang mampu memerangi dan mencegah berbagai penyakit termasuk kanker payudara dan kanker prostat.

Sayangnya, hormon melatonin ini tidak akan muncul jika orang tidur malam hari dengan lampu menyala. Adanya cahaya atau sinar membuat produksi hormon melatonin akan berhenti.

Dengan mematikan lampu ketika tidur malam hari, bukan hanya menghemat energi tapi juga meningkatkan kesehatan tubuh. Maka itu tidur malam sambil nonton TV juga sangat tidak disarankan.

Praktisi kesehatan lainnya, Lynne Eldridge M.D yang juga penulis buku 'Avoiding Cancer One Day At A Time' juga menuliskan perempuan buta 80 persen lebih kecil terkena risiko kanker payudara dibanding rata-rata perempuan lain. Diduga faktor hormon melatonin yang banyak ditubuhnya karena penglihatan yang gelap membuatnya punya daya tahan tubuh yang lebih tinggi.

Pentingnya tidur malam hari dengan mematikan lampu baru-baru ini juga diteliti oleh para ilmuwan dari Inggris dan Israel. Peneliti menemukan ketika cahaya dihidupkan pada malam hari, bisa memicu ekspresi berlebihan dari sel-sel yang dikaitkan dengan pembentukan sel kanker.

Para ilmuwan mengklaim jika seseorang terbangun di malam hari dan menyalakan lampu selama beberapa detik, maka bisa menyebabkan perubahan biologis yang mungkin mengarah ke kanker.

Jika pada penelitian sebelumnya tidur malam dengan lampu terang dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker payudara dan kanker prostat. Maka pada penelitian terbaru ini menunjukkan paparan jangka pendek juga bisa dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker.

"Orang-orang yang bangun di malam hari disarankan untuk tidak menyalakan lampu. Kami percaya bahwa setiap kali menyalakan cahaya buatan pada malam hari akan memiliki dampak pada jam biologis tubuh, karena ini adalah mekanisme yang sensitif," ujar Dr Rachel Ben-Sclomo dari University of Haifa, seperti dikutip dari Dailymail, Selasa (13/4/2010).

Dr Rachel menambahkan bahwa ini adalah temuan terbaru dan masih sebatas penelitian pendahuluan. Namun kini ia dan tim tengah menganalisa wilayah ini secara lebih mendetail. Hasil ini juga telah dilaporkan dalam jurnal Cancer Genetics and Cytogenetics.

[health.detik.com]

Kerja Keras Dalam Kasih

Bacaan Hari ini :
1 Tesalonika 1:3 "Sebab kami selalu mengingat pekerjaan imanmu, usaha kasihmu dan ketekunan pengharapanmu kepada Tuhan kita Yesus Kristus di hadapan Allah dan Bapa kita."


Ketika Yesus mengasihi, Dia bekerja dengan giat dan sungguh-sungguh.
Dia berkeringat, berlutut, dan mencuci kaki kita dengan darah, keringat, dan air mata-Nya.

Yesus bekerja dengan kasih-Nya, meskipun kasih-Nya bukanlah suatu bentuk pekerjaan pada umumnya.
Dia adalah seorang pemberi, bukan seorang yang meminta-minta.
Dia mengasihi kita dan Dia sendiri yang membentuk kita dengan tangan-Nya.

Yesus bukan seorang pemalas, Dia sangat mengasihi kita, hingga kita tak mampu untuk menampung seluruh kebesaran kasih-Nya.
Kasih-Nya begitu melimpah dalam hidup kita sehingga terus mengalir bagi orang lain yang kita kasihi.
Pekerjaan kasih-Nya tidak akan pernah hilang bagi mereka yang membutuhkannya dalam dunia ini.

Yesus turut bergumul untuk ketakutan yang sedang kita alami, menghapus keraguan dalam hati kita dan terus berkarya dalam kasih-Nya hingga Dia mau berserah sepenuhnya di Taman Getsemani dan minum dari cawan Allah Bapa yang memang harus dilakukan-Nya untuk menyempurnakan karya kasih-Nya yang terakhir bagi kita, puncak pengorbanan-Nya.
Yesus bersedia berkeringat, berdarah, dan menangis karena kasih-Nya yang tak terbatas.
Dia bersedia mati bagi kita karena kasih-Nya yang tidak akan pernah mati.

Yesus terus bekerja dalam diri Anda dan melalui Anda, menyelesaikan pekerjaan yang telah Dia lakukan dalam hidup Anda.
Dia mengasihi Anda sampai pada kesudahannya. (Yohanes 13:1)


Berpeganglah terus pada kasih Yesus, bahkan ketika Anda berada dalam keadaan yang tidak menyenangkan dalam hidup Anda.


(Diterjemahkan dari Answers for Each Day by Bayless Conley)