Jumat, 29 April 2011

SUKSES TETAPI KASIHAN




Bacaan : Markus 10:17-30

Nats: ... ia menjadi kecewa, lalu pergi dengan sedih, sebab banyak hartanya (Markus 10:22)

Sungguh pemuda sukses yang hebat! Ia masih belia, tetapi sudah menjadi pemimpin dan kaya raya (bandingkan Matius 19:20-22 dengan Lukas 18:18). Tak hanya kaya materi, tetapi juga secara "rohani". Sejak muda ia dididik mendalami Hukum Taurat dan menjalankannya (ayat 20). Ia dikagumi di lingkungan komunitas Yahudi saat itu. Ia juga dipandang berbakti kepada orangtua, sebab ia menghormati ayah-ibunya sejak belia dan tetap menghormatinya meski sudah sukses. Siapa tak bangga punya anak seperti ini?

Dengan kerinduan dan semangat, ia berlutut di hadapan Yesus rabi muda yang menyedot massa karena kharisma dan kuasa-Nya dalam berkhotbah dan mengadakan tanda ilahi. Ia mohon petunjuk Yesus; apa lagi yang perlu diperbuat agar layak masuk ke Kerajaan Allah. Dalam berelasi dengan sesama, ia patut diacungi jempol. Dalam berbuat baik, ia hebat. Namun, ada satu yang kurang, dan hanya Yesus yang tahu: bahwa kekayaan materi, martabat sosial, dan "kekayaan rohani" yang ia punya menjadi ilah yang diandalkan sebagai "tiket" ke surga menggantikan Allah. Maka, ia diminta menjual semua, membagikannya ke orang miskin, dan mengikut Yesus, sebagai bukti bahwa ia diselamatkan hanya oleh belas kasihan Allah. Betulkah ia merasa perlu petunjuk Yesus? Tidak! Sebab ia kecewa dan mengabaikan tawaran sejati untuk memasuki Kerajaan Allah. Alasan utamanya karena "banyak hartanya" (ayat 22).

Pemuda "sehebat" ini ternyata tak layak masuk Kerajaan Allah. Bagaimana dengan Anda? Beranikah Anda meletakkan seluruh kebanggaan Anda sebagai manusia, lalu datang kepada Allah sebagai orang yang miskin dan haus akan kebenaran? --SST

SEGALA KEHEBATAN MANUSIA TAK MEMBAWA KE SURGA
SUNGGUH HANYA KEMURAHAN YESUS YANG MEMBAWA KITA KE SANA
_____________________________________
Markus 10:17-30
17  Pada waktu Yesus berangkat untuk meneruskan perjalanan-Nya,  datanglah seorang berlari-lari mendapatkan Dia dan sambil  bertelut di hadapan-Nya ia bertanya: "Guru yang baik, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?"
18  Jawab Yesus: "Mengapa kaukatakan Aku baik? Tak seorangpun yang  baik selain dari pada Allah saja.
19  Engkau tentu mengetahui segala perintah Allah: Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, jangan mengurangi hak orang, hormatilah ayahmu dan ibumu!"
20  Lalu kata orang itu kepada-Nya: "Guru, semuanya itu telah  kuturuti sejak masa mudaku."
21  Tetapi Yesus memandang dia dan menaruh kasih kepadanya, lalu  berkata kepadanya: "Hanya satu lagi kekuranganmu: pergilah, juallah apa yang kaumiliki dan berikanlah itu kepada orang-orang  miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku."
22  Mendengar perkataan itu ia menjadi kecewa, lalu pergi dengan  sedih, sebab banyak hartanya.
23  Lalu Yesus memandang murid-murid-Nya di sekeliling-Nya dan  berkata kepada mereka: "Alangkah sukarnya orang yang beruang masuk ke dalam Kerajaan Allah."
24  Murid-murid-Nya tercengang mendengar perkataan-Nya itu. Tetapi  Yesus menyambung lagi: "Anak-anak-Ku, alangkah sukarnya masuk ke dalam Kerajaan Allah.
25  Lebih mudah seekor unta melewati lobang jarum dari pada seorang  kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah."
26  Mereka makin gempar dan berkata seorang kepada yang lain: "Jika  demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?"
27  Yesus memandang mereka dan berkata: "Bagi manusia hal itu tidak  mungkin, tetapi bukan demikian bagi Allah. Sebab segala sesuatu  adalah mungkin bagi Allah."
28  Berkatalah Petrus kepada Yesus: "Kami ini telah meninggalkan  segala sesuatu dan mengikut Engkau!"
29  Jawab Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang  yang karena Aku dan karena Injil meninggalkan rumahnya,   saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, ibunya atau bapanya, anak-anaknya atau ladangnya,
30  orang itu sekarang pada masa ini juga akan menerima kembali  seratus kali lipat: rumah, saudara laki-laki, saudara perempuan, ibu, anak dan ladang, sekalipun disertai berbagai penganiayaan,  dan pada zaman yang akan datang ia akan menerima hidup yang kekal.

From: SKK Bidang Doa & Pendalaman Iman 

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.