Kamis, 21 April 2011

Kita Diterima Oleh Tuhan

Bacaan Hari ini :

Roma 4:25 (BIS) "Yesus itu sudah diserahkan untuk dibunuh karena dosa-dosa kita; lalu Ia dihidupkan kembali oleh Allah untuk memungkinkan kita berbaik kembali dengan Allah."


Kematian dan kebangkitan Yesus membuat kita dapat diterima oleh Tuhan.

Apakah Anda akan terkejut mengetahui bahwa kebanyakan orang tidak menerima dirinya sendiri?
Saya sudah menjadi pendeta selama lebih dari 30 tahun, saya sudah bicara dengan puluhan ribu orang, dan saya telah menemukan bahwa kebanyakan orang benar-benar tidak menyukai diri mereka sendiri.
Mereka berharap mereka bukanlah seperti diri mereka sendiri.
Mereka berharap mereka tampak berbeda.
Mereka berharap mereka bertindak berbeda.

Kita tidak menerima diri kita, dan kita menghabiskan hidup kita mencoba untuk mencari penerimaan dari orang-orang lain, tetapi yang jauh lebih penting daripada diterima oleh orang lain adalah diterima oleh Allah.
Ini adalah masalah.
Mengapa?
Karena Allah adalah sempurna dan Anda tidak.
Dan begitu juga saya tidak sempurna.

Tuhan tinggal di tempat yang sempurna yang disebut surga.
Sehingga Tuhan memiliki masalah, bagaimana Dia membuat orang yang tidak sempurna dapat masuk ke tempat yang sempurna di mana Dia sendiri adalah sempurna?
(Karena jelas, jika Dia membiarkan orang yang tidak sempurna berada di tempat yang sempurna, tempat itu tidak akan menjadi sempurna lagi.)
Tuhan harus memiliki rencana untuk membuat orang yang tidak sempurna dapat tinggal di tempat yang sempurna.

Rencana Tuhan adalah apa yang saya sebut sebagai "Pertukaran Besar".

Alkitab mengatakan, "Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah." (2 Korintus 5:21)

Saya rasa ini dapat membuatnya lebih jelas: Anda tidak akan pernah menjadi cukup baik untuk dapat masuk ke surga karena surga itu sempurna dan Anda tidak akan pernah bisa menjadi sempurna.
Ini adalah kebaikan Kristus di dalam Anda yang membuat Anda diterima.
Anda tidak sempurna, tetapi Dia sempurna.
Jadi Tuhan berkata, "Kami akan melakukan pertukaran di sini. Yesus akan menanggung dosa-dosa kamu dan kamu mendapatkan kebaikan-Ku dalam hidupmu."

Banyak orang merasa terjebak oleh masa lalu mereka.
Mereka mengatakan, "Jika Anda tahu apa yang telah saya lakukan, Anda akan tahu bahwa saya tidak akan diterima Tuhan."
Saya tidak tahu apa yang telah Anda lakukan, tapi Tuhan menerima Anda: "bahwa Allah memungkinkan manusia berbaik dengan Dia, hanya kalau manusia percaya kepada Yesus Kristus. Allah berbuat ini untuk semua orang yang percaya kepada Kristus; sebab tidak ada perbedaannya." (Roma 3:22 BIS)

Tidak peduli siapa kita atau apa yang telah kita lakukan!
Kita semua bisa diselamatkan.
Dia membuat kita berkenan kepada Tuhan.

Kristus telah menanggung dosa-dosa kita, sehingga kita yang percaya kepada-Nya dapat diterima oleh Tuhan.


(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

Rabu, 20 April 2011

Ketika Api Padam

Amsal 26:20
“Bila kayu habis, padamlah api; bila pemfitnah tak ada, redalah pertengkaran”




Jika api telah habis membakar sesuatu, maka ia akan padam. Demikian juga apabila gosip sampai ke telinga seseorang yang tidak akan meneruskannya, maka berakhirlah gosip itu.

Gosip, seperti halnya dosa-dosa yang lain, bagaikan “sedap-sedapan perkataan” (Amsal 26:22). Kita senang mendengar dan menceritakannya kepada orang lain karena “rasanya” mengasyikkan. Gosip berakar pada keinginan kita untuk menyenangkan diri sendiri. Saat kita menjelek-jelekkan orang lain, kita menganggap seolah-olah diri kita lebih baik.

Karena itulah, penyebaran gosip sangatlah sulit dihentikan. Diperlukan doa dan anugerah Allah agar kita dapat menolak menceritakan atau bahkan mendengarkan gosip, bahkan terhadap sesuatu gosip tersamar dalam keprihatinan pribadi atau permintaan untuk mendoakan teman yang berbuat dosa dan bermasalah.

Kita perlu memohon hikmat dari Allah agar kita dapat mengetahui kapan harus berbicara, apa yang dibicarakan, dan kapan kita perlu menutup mulut. Karena “di dalam banyak bicara pasti ada pelanggaran, tetapi siapa yang menahan bibirnya, berakal budi” (Amsal 10:19).

Kerap kali, lebih bijaksana apabila kita tetap diam atau tidak banyak mengucapkan kata-kata. Namun, apabila kita harus berbicara, marilah kita membicarakan hal-hal yang membangkitkan semangat dan mendorong orang lain untuk lebih dekat dengan Allah, dan bukan hal-hal yang akan melemahkan dan melukai mereka. “Lidah orang bijak mendatangkan kesembuhan” (Amsal 12:18).

Hancurkanlah gosip dengan mengabaikannya.

Sumber: Kingdom Magazine Maret 2010